Desa Benteng Alla Utara bekerjasama dengan Mountain Top Coffee (MTC), perusahaan penyangrai dan pengimpor kopi di Australia, rutin mengekspor kopi kualitas premium dari desa ini ke negeri Kangguru. Kerjasama ini sudah berlangsung dari 2010 hingga sekarang.

Setiap tahun ekspor kopi terus meningkat, mulai dari kurang dari 1 ton (2010), 2.5 ton kopi (2011), dan puluhan ton di penghujung 2017. Hal itu membukti para petani kopi di Desa Benteng Alla Utara mampu menghasilkan kopi dengan kualitas premium dalam jumlah banyak.

Desa Benteng Alla Utara terletak Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Para petani kopi tergabung dalam Koperasi Tani Benteng Alla Utara (KTBAU) mampu mengolah kopi menjadi kualitas premium melalui metode sentralisasi produksi.

Tantangan yang mereka hadapai cukup banyak, selain telaten, petani juga harus mencadangkan waktu dan biaya tambahan. Proses menuju kopi spesial mensyaratkan memetik buah kopi yang merah, sehingga proses pemetikan harus dilakukan berkali-kali. Hal yang mustahil dalam satu pohon, semua buah kopi merah bersamaan.

Nama Kerjasama Sentralisasi Produksi Kopi Arabika spesial
Pengelola Koperasi Tani Benteng Alla Utara (KTBAU)
Alamat Desa Benteng Alla Utara, Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan
Kontak Ir Patola (Ketua KTBAU dan Kepala Desa)
Telepon +62-813-5513-2818

Setelah pemetikan, buah kopi masuk proses rambang untuk memilah mana kopi yang mengapung dan mana yang tenggelam. Setelah perambangan, kopi yang terpilih harus sesegera mungkin dikupas kulit buahnya (pulping).

Setelah proses pulping, petani harus melakukan proses perambangan kedua untuk melacak ulang mana kopi yang tenggelam dan mana yang tidak. Kopi yang terpilih selanjutnya masuk proses fermentasi sekitar 16-24 jam.

Usai fermentasi, kopi dicuci dan selanjutnya dilakukan penjemuran. Penjemuran pun tidak boleh dekat dengan tanah atau lantai jemur. Petani membutuhkan meja penjemur atau para-para. Untuk pengadaan para-para, petani mengeluarkan biaya tidak sedikit.

Setelah dijemur, petani melakukan pengelupasan kulit tanduk. Setelah itu, dijemur kembali sampai kopi menyentuh kadar air 11-13 prosen.

Itu belum selesai. Buah kopi yang sudah menjadi kopi beras (green beans) harus disortasi lagi untuk memisahkan kopi cacat fisik yang terlewatkan, sekaligus memilah berdasarkan ukuran (grading).

Setelah itu, petani melalui KTBAU mengirim contoh kopi untuk uji cup (cup test) oleh perusahaan rekanan pengimpor di Indonesia. Melalui cup test, kualitas kopi bisa dikuantifikasikan.

Jika cup test menunjukkan hasil yang diinginkan pembeli, MTC, maka eksportir akan memproses langkah lanjutan sebelum dikirim ke MTC. Desa Benteng Alla Utara menjadi salah satu “raja” dalam urusan kopi di Sulawesi Selatan.